Komparasi RBR Dan CBR Untuk Penentuan Kelayakan Mahasiswa Penerima Beasiswa
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v5i2.687Kata Kunci:
beasiswa, rbr, cbrAbstrak
Hadirnya program pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu dan mahasiswa yang berprestasi baik dibidang akademik maupun nonakademik menjadi salah satu bukti perhatian pemerintah kepada bidang pendidikan. pada jenjang sarjana ada berbagai macam beasiswa yang disediakan oleh pemerintah salah satunya yaitu beasiswa PPA dan BBM. RBR dan CBR adalah dua penalaran komputer yang sering digunakan dalam menyelesaikan masalah dengan menerapkan data real pada sistem yang telah di bangun. Penelitian ini mengkomparasikan CBR dan RBR pada penentuan kelayakan mahasiswa penerima beasiswa. Dengan output dari sistem adalah layak menerima beasiswa PPA, layak menerima beasiswa BBM dan tidak layak menerima beasiswa. Ada 98 data uji. Dari hasil pengujian didapatkan akurasi sebesar 82,65 % dengan menggunakan CBR dan 77,75% menggunakan RBR. Untuk waktu proses RBR rata-rata 0,54 detik sedangkan CBR 5 detik.Unduhan
Data unduhan belum tersedia.
Unduhan
Diterbitkan
2018-09-29
Cara Mengutip
Tempola, F. (2018). Komparasi RBR Dan CBR Untuk Penentuan Kelayakan Mahasiswa Penerima Beasiswa. PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, 5(2), 62–66. https://doi.org/10.33387/protk.v5i2.687
Terbitan
Bagian
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).







