IDENTIFIKASI PENGGUNAAN BIAYA PEKERJAAN AKIBAT TERJADINYA FORCE MAJEURE
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v16i1.11542Abstrak
Hasil uji validitas menunjukkan 37 faktor dari 38 variabel dinyatakan valid (r hitung > 0,264). Uji reliabilitas menghasilkan Cronbach’s Alpha sebesar 0,960 untuk variabel X dan 0,901 untuk variabel Y, yang berarti instrumen reliabel. Analisis menggunakan Relative Importance Index (RII) menemukan tiga faktor utama penyebab pembengkakan biaya, yaitu kenaikan harga bahan/material (RII = 0,853), praktik korupsi dan suap (RII = 0,814), serta pemborosan bahan/material (RII = 0,804). Force majeure juga berkontribusi terhadap meningkatnya biaya melalui keterlambatan, perubahan lingkup kerja, dan kebutuhan dana tambahan yang tidak terduga. Upaya mitigasi yang direkomendasikan antara lain penerapan kontrak payung dalam pengadaan material, sistem kontrol berbasis transparansi untuk mencegah korupsi, perencanaan estimasi yang akurat dengan memperhitungkan waste material, serta strategi manajemen risiko menghadapi force majeure.Referensi
Acebes, F., Pajares, J., Galán, J. M., & López-Paredes, A. (2024). Project control systems: A framework for project monitoring and control. International Journal of Project Management, 42(3), 455–468. https://doi.org/10.1016/j.ijproman.2023.12.004
Agritama, R. P., Huda, M., & Rini, T. S. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan proyek konstruksi di Surabaya. Jurnal Teknik Sipil, 7(2), 112–123.
Ghallab, M. (2020). Construction Cost Planning and Control. International Journal of Project Management, 15(1), 89–97.
Hiyyasat, H., dkk. (2020). Factors influencing cost overrun in construction projects. Journal of Construction Engineering and Management, 146(2), 04019094.
Husen, A. (2021). Manajemen proyek: Perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian proyek. Jakarta: Penerbit Andi.
Kumala, D. (2019). Bangunan Air dan Pengelolaan Sumber Daya Sungai. Jakarta: CV Mitra Karya.
Prayogo Soekiman, A., & Soekiman, A. (2021). Analisis faktor penyebab cost overruns pada proyek konstruksi pembangunan rumah dan ruko di Kota Bandung dan Cimahi. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 9(1), 55–67.
Priyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Priyatna, R. (2021). Metodologi Penelitian dan Pengujian Statistik dengan SPSS. Bandung: Alfabeta.
Nasution, A. (2020). Manajemen risiko proyek konstruksi dalam menghadapi force majeure. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 22(2), 145–154. https://doi.org/10.15294/jtsp.v22i2.28456
Remi, F. F. (2017). Kajian faktor penyebab cost overrun pada proyek konstruksi gedung. Jurnal Manajemen Konstruksi Indonesia, 6(2), 77–85.
Risandi, B., Masimin, & Rauzana, A. (2017). Analisis faktor-faktor pembengkakan biaya (cost overrun) yang berpengaruh terhadap ketidakpastian biaya pada proyek irigasi di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Teknik Sipil, 3(1), 14–26.
Sakti, S. (2018). Identifikasi faktor-faktor pembengkakan biaya langsung pada perusahaan jasa konstruksi di Kota Malang. Jurnal Rekayasa Sipil, 12(2), 88–97.
Saputra, A. (2018). Pengendalian biaya proyek konstruksi melalui manajemen biaya. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 5(1), 33–41.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.