INVENTARISASI JENIS TANAMAN OBAT TRADISIONAL YANG BERKHASIAT UNTUK PENGOBATAN PENYAKIT KULIT DI BEBERAPA KELURAHAN PULAU TERNATE DAN TERNATE SELATAN
Abstrak
Pada dasarnya masyarakat Indonesia telah menggunakan pengobatan penyakit kulit dengan cara modern seperti salep, namun dengan cara yang ada belum juga berhasil untuk sembuh. Bahkan membuat si penderita mengeluh dan depresi terhadap penyakit yang dideritanya, sehingga mereka berusaha mencari berbagai macam pengobatan alternatif yang lebih ilmiah dan sederhana seperti pengobatan dengan cara tradisional. Dalam pengobatannya dengan menggunakan tanaman yang berkhasiat obat terutama penyakit kulit dan jenis tanamannya belum banyak diteliti serta belum banyak dikenal oleh masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tanaman tradisional yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit kulit. Jenis penelitian ini mengunakan tipe deskriptif yang lokasi penelitiannya dilakukan di kelurahan Sasa, Jambula dan Kastela, Kota Ternate. Sampelnya adalah semua jenis tanaman yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit kulit yang telah terinventarisasi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan sistem jelajah atau eksplorasi dengan analisis datanya dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jenis tanaman yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit kulit yang telah terinventarisasi dengan menggunakan tehnik jelajah yang ditemukan di kelurahan Sasa, Jambula, dan Kastela berjumlah 15 jenis tanaman dengan 11 famili yang dipakai dalam pengobatan penyakit kulit. Dari hasil wawancara bahwa cara pengolahan jenis tanaman tersebut ada yang ditumbuk, diiris-iris, dan dipotong-potong lalu dioleskan ke bagian yang sakit. Masyarakat setempat lebih cenderung menggunakan jenis tanaman tersebut sebagai obat tradisional untuk pengobatan penyakit kulit
Kata Kunci: Inventarisasi, tanaman obat, pengobatan alternatif, penyakit kulit
Referensi
Fauzan, M. 1996. Tanaman Obat Keluarga. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.
Gunawan, Djoko. 1990. Ramuan Tradisional Untuk Penyakit Kulit. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hembing, W. H. M. dkk, 1993. Tanaman berkhasiat Obat di Indonesia. Jilid ke 3. Pustaka Kartini. Jakarta.
Mamahani, Angela F, and Herny E I Simbala. 2016. “Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Subetnis Tonsawang Di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara.†PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi 5 (2): 205–12.
Sugeng, H. R. 1984. Tanaman Apotik Hidup. PT. Aneka Ilmu. Semarang
Tamalene, M Nasir, M.I. Al Muhadar, Henie, Endang Suarsini, and Fatchur Rohman. 2016. “Study of Ethnobotany of Medicinal Plant of Tobelo Dalam (Togutil) Ethnic Group of Halmahera Island , Indonesia.†Medical Plant- International Journal of Phytomedicines and Related Industries 8 (2): 127–36. https://doi.org/10.5958/0975-6892.2016.00016.2.
Tampubolon, O. T. 1995. Tumbuhan Obat. PT. Bratara. Jakarta.
Wiryohadikusumo. 1999. Obat Kuno Mujarab. Penerbit Anugrah. Surabaya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.