KONSERVASI KAWASAN HUTAN DI LAMANDAU DENGAN KONSEP BIOREMIADIASI DAN ADAT DAYAK KAHARINGAN (Tajahan, Kaleka, Sapan Pahewan, dan Pukung Himba)

Noor Hujjatusnaini

Sari


Kawasan hutan di Lamandau mengalami beberapa kerusakan, meliputi flora dan fauna, maupun sistem perairannya. Kerusakan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya perambahan kawasan hutan sebagai lahan industri kelapa sawit dan sistem limbah cair industri kelapa sawit yang bermuara di sungai yang  mengakibatkan  penurunan  kualitas  air,  sedimentasi  di  perairan  sebagai akibat dari tambang pasir dan tambang emas di sepanjang sungai yang mengakibatkan pendangkalan muara sungai dan pencemaran sungai berupa kadar merkuri yang diambang batas. Untuk dapat mengatasi permasalahan agar kerusakan tidak berlanjut, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan konservasi. Beberapa penelitian untuk mengatasi kerusakan sistem perairan dilakukan   dengan   konservasi   menggunakan   konsep   bioremidiasi.   Untuk kerusakan kawasan hutan meliputi pelestarian flora dan fauna di Lamandau, masyarakat khas suku Dayak mempunyai  upaya konservasi dengan cara Tajahan, Kaleka, Sapan Pahewan dan Pukung Himba.


Kata Kunci


Dayak Kaharingan; Konservasi; Tajahan; Kaleka; Sapan Pahewan; Pukung Himba

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.33387/bioedu.v4i2.163

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Bioedukasi has been index on:
 
         

Statistik Pengunjung

 

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.