KARAKTERISTIK TEMPAT BERTELUR BURUNG MAMOA (Eulipoa wallacei GRAY, 1860) DI KECAMATAN GALELA

Penulis

  • Zulkifli Ahmad Universitas Khairun
  • Abdulrasyid Tolangara Universitas Khairun
  • Chumidach Roini Universitas Khairun
  • Nur Sjafani Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/bioedu.v1i2.4347

Kata Kunci:

tempat bertelur, burung Mamoa, Kecamatan Galela, konservasi

Abstrak

Maluku Utara merupakan salah satu daerah prioritas bagi konservasi, secara global merupakan daerah prioritas utama bagi biodiversitas. Pulau Halmahera merupakan salah satu pulau terbesar di Maluku Utara dan sebagai pulau utama yang mencakup bagian terbesar hidupan liar, dengan 210 jenis burung. Kecamatan Galela yang berada di bagian utara Pulau Halmahera merupakan daerah populasi terbesar bagi burung mamoa. Masyarakat setempat memanfaatkan jenis burung ini dan telurnya sebagai salah satu sumber protein untuk dimakan, juga sebagai sumber mata pencaharian. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui karakteristik tempat bertelur burung mamoa (Eulipoa wallacei) di Kecamatan Galela. Data primer yang dikumpulkan antara lain; karakteristik tempat bertelur meliputi; karakteristik lapangan tempat bertelur (nesting ground), dimensi dan pola tata letak lubang pengeraman telur (nesting pits), sifat fisik dan kimia tanah (temperatur, kelembaban, aerasi, pH, dan kandungan bahan organik). Untuk mengkaji hubungan antara temperatur dengan kedalaman, kelembaban dengan jarak pasang tertinggi, dilakukan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burung mamoa membuat sarang pengeraman sedemikian rupa sehingga dapat memberikan fungsi pengeraman yang efektif dan memberikan perlindungan serta kemudahan bagi anak burung mamoa yang baru menetas untuk dapat mencapai permukaan tanah dengan selamat. Temperatur, kelembaban, aerasi, jarak antar sarang, jarak sarang dengan pasang tertinggi dan kandungan bahan organik, bukanlah faktor kunci (key factor) dalam strategi pemilihan tempat bertelur oleh induk burung mamoa, namun menjadi faktor penentu dalam proses pengeraman telur-telurnya.

Biografi Penulis

Zulkifli Ahmad, Universitas Khairun

Dosen Prodi Pendidikan Biologi

Abdulrasyid Tolangara, Universitas Khairun

Dosen Pendidikan Biologi

Chumidach Roini, Universitas Khairun

Dosen pendidikan Biologi

Nur Sjafani, Universitas Khairun

Dosen prodi kehutanan Fakultas Pertanian

Referensi

Bayley, J.A. 1984. Principle of Wildlife Management. John Wiley and Sons Pub. Chinsester.

Biby, C., S. Marden and A. Fielding. 1999. Bird-Habitat Studies. The Expedition Advisory Centre. Royal Geographical Society. London

Coates, B.J., dan K.D. Bishop. 2000. Panduan Lapangan Burung-burung di Kawasan Wallace, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Birdlife Internasional-Indonesia dan Dove Publication

Fowler, J. and L. Cohen (tanpa tahun). Statistic For Ornithologist. BTO Guide 22

Gray, G.R. 1986. List of Bird Collected by Mr. Wallace at The Mollucan Island with Description of New Species, etc. Proceedings Zoological Society, London. p: 321-366.

Heij, C.J., dan C.F.E. Rompas. 1997. Ekologi Megapoda Maluku (Burung Mamoa, Eulipoa wallacei) di Pulau Haruku dan Beberapa Pulau di Maluku. IndonesiaRotterdam, Belanda.

Jones, D.N. Dekker, R.W.J., and Roselaar, C.S. 1995. The Megapodes

Megapodiidae. Bird Families of The World. Oxford University Press. New York

Martodiarjo, P. 1990. Daftar Burung-burung di Indonesia dan Suku di Dunia. Bogor.

Monk, K.A., Y. Deffretes, B. Reksohadirjo, dan Liley. 2000. Ekologi Nusa Tenggara dan Maluku. Seri Ekologi Indonesia V. Prehanilindo. Jakarta.

Noerdjito, M., dan I, Maryanto. 2001. Jenisjenis Hayati Yang Dilindungi Perundang-undangan Indonesia. Balitbang Zoologi Puslitbang Biologi. LIPI Cibinong.

Odum, E.P.O. 1994. Fundamentals of Ecology. 3rd edition. dalam: Dasar-dasar Ekologi. T. Samigan (Terj). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Purwowidodo. 1998. Mengenal Tanah Hutan: Penampang Tanah. Laboratorium Pengaruh Hutan. Jurusan Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan. IPB Bogor.

Sugiyono. 2004. Statistika untuk Penelitian. Penerbit CV. Alfabeta. Bandung.

Sujatnika, P. Jepson, Soehartono T.R., Croeby M.J., dan A. Mardiastuti. 1995. Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia: Pendekatan daerah endemik. Birdlife Internasional-Indonesia Program. Jakarta.

White, C.M.N., and M.D. Bruce. 1986. The Birds of Wallacea British Ornithologist Union. London.

Unduhan

Diterbitkan

2013-04-19