The Comparison of the Microbiological Quality of RO and Mineral Refill Drinking Water Based on Presumptive Detection of Escherichia coli

Penulis

  • andir_wana Andirwana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
  • Junaiddin
  • Fenti A Tupanwael
  • Evi Hudriyah Hukom
  • Bevi M Workala

Kata Kunci:

Refillable drinking water, Escherichia coli, Microbiological Qualit, Reverse osmosis; presumptive

Abstrak

Kualitas mikrobiologis air minum isi ulang merupakan aspek penting dalam menjamin keamanan air yang dikonsumsi masyarakat. keberadaan Escherichia coli dapat digunakan sebagai indikator adanya kontaminasi fekal dan menjadi salah satu parameter penting dalam penilaian kualitas mikrobiologis air minum. Penelitian ini bertujuan membandingkan mikrobiologis air minum isi ulang jenis reverse osmosis (RO) dan mineral berdasarkan deteksi presumptif Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan komparatif berbasis pemeriksaan laboratorium. Sebanyak 40 sampel air minum isi ulang yang terdiri atas 20 sampel RO dan 20 sampel mineral diperiksa di Laboratorium Mikrobilogi STIKES Papua pada Mei-Juli 2026. Pemeriksaan dilakukan melalui uji penduga menggunakan Lactose Broth (LB), uji penegasan menggunakan Brilliant Green Bile Broth (BGLB), dan pengamatan karakteristik koloni pada Eosin Methylene Blue (EMB) agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 40 sampel (20%) menunjukkan hasil presumptif Escherichia coli positif. Pada kelompok RO, ditemukan 1 sampel positif (5%), sedangkan pada kelompok mineral ditemukan 7 sampel positif (35%). Hasil fisher’s exact test menunjukkan nilai p=0,044 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan proporsi hasil presumptif Escherichia coli antara air isi ulang RO dan mineral. Secara deskriptif, proporsi hasil positif lebih tinggi pada kelompok air mineral dibandingkan dengan kelompok RO. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengawasan kualitas mikrobiologis serta penerapan higiene dan sanitasi yang baik pada seluruh tahapan pengelolaan dan pengisian air minum isi ulang. Karena pemeriksaan berhenti pada media EMB, hasil positif dalam penelitian ini bersifat presumptif dan belum merupakan konfirmasi definitif Escherichia coli. Pemeriksaan lanjutan menggunakan uji biokimia diperlukan untuk memastikan identitas bakteri

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abas, M., Irawan, A., & Marpaung, D. (2025). Hygiene and Sanitation of Refill Drinking Water Depots in Relation Escherichia coli: A Quantitative Study. Gema Lingkungan Kesehatan, 23(3), 412–420. https://doi.org/10.36568/GELINKES.V23I3.310

Arumsari, F., Joko, T., & Darundiati, Y. H. (2021). Hubungan Higiene Sanitasi Depot Air Minum dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(2), 75–82. https://doi.org/10.14710/MKMI.20.2.75-82

Azteria, V., & Rosya, E. (2023). Drinking Water Quality of Water Refill Station in Gebang Raya Tanggerang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 120–126. https://doi.org/10.20473/JKL.V15I2.2023.120-126

Bassam, D. R. N., Nurjazuli, & Darundiati, Y. H. (2026). Factors Affecting the Microbiological Quality of Refilled Drinking Water at Refilled Drinking Water Depots: Literature Review. Media of Health Research, 4(3), 980–990. https://doi.org/10.70716/MOHR.V4I3.674

Indonesia, K. K. R. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/245563/permenkes-no-2-tahun-2023

Iqbal, M., & Ane, R. L. (2022). Comparison of Reverse Osmosis and Non Reverse Osmosis Disinfection Methods for Drinking Water Depot. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(4), 153–158. https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/20596/9227

Julianti, R. N. D., & Pawenang, E. T. (2024). Hubungan Higiene Sanitasi dengan Keberadaan Escherichia coli Pada Depot Air Minum di Wilayah Pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Tahun 2023. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 5(1). https://journal.unnes.ac.id/journals/jppkmi/article/view/8911

Organization, W. H. (2020). Guidelines for drinking-water quality: fourth edition incorporating the first and second addenda. World Health Organization. https://apps.who.int/iris/handle/10665/332293

Savitri, L., Kholis, M. A. N., Prasetyawan, F., Saristiana, Y., Amanda, C., & Mebung, K. K. (2025). Assessment of Escherichia coli Contamination in Drinking Water from Refill Depots. Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry, 14(1), 443–446. https://doi.org/10.14421/BIOMEDICH.2025.141.443-446

Souza, H. D. F. de, Ferreira, P. F. A., Patricio, T. C. da C., Santiago, G. S., Coelho, I. da S., Souza, M. M. S. de, Fernandes, K. C. B., & Coelho, S. de M. de O. (2024). Is green metallic sheen in emb agar accurate to assist the Escherichia coli identification? Revista Pró-UniverSUS, 15(4), 1–9. https://doi.org/10.21727/RPU.V15I4.4520

Diterbitkan

2026-10-31

Cara Mengutip

Andirwana, andir_wana, Junaiddin, Fenti A Tupanwael, Evi Hudriyah Hukom, & Bevi M Workala. (2026). The Comparison of the Microbiological Quality of RO and Mineral Refill Drinking Water Based on Presumptive Detection of Escherichia coli. JURNAL BIOEDUKASI, 9(2), 959–966. Diambil dari https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/bioedu/article/view/12857