PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PQRST TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DITINJAU DARI MINAT BACA
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v13i1.24Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa yang memiliki minat baca tinggi, sedang, dan rendah, dan menemukan interaksi antara model pembelajaran dan minat baca dengan kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ternate. Manipulasi dilakukan pada variabel model pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur minat baca siswa dan tes untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman. Setelah data terkumpul disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, langkah selanjutnya dianalisis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis variansi dengan menggunakan program komputer SPSS versi 19. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa nilai rata-rata PQRST yaitu sebesar 65,59 Nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman tertinggi pada kelompok siswa yang memiliki minat baca tinggi yaitu sebesar 72,87, kelompok siswa yang memiliki minat baca sedang yaitu sebesar 63,93, dan nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman terendah pada kelompok siswa yang memiliki minat baca rendah yaitu sebesar 59,14.
Kata Kunci : membaca pemahaman, model pembelajaran, minat baca.
ÂÂ
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.