BAHASA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN DAN KOMUNIKASI ILMIAH
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v15i2.518Abstrak
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangannya potensi “peserta didik†agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mendiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Komunikasi ilmiah memang bukan tujukan kepada penjiwaan, tetapi kepada penalaran. Oleh sebab itu harus dihindarkan setiap bentuk pernyataan yang tidak jelas dan makna jamak. Proposisi ilmiah misalnya, harus merupakan pernyataan yang mengandung penilaian, apakah materi yang dikandung pernyataan itu benar atau salah, namun tidak bisa kedua-duanya sekaligus.
Komunikasi ilmiah harus bersifat jelas dan tepat yang memungkinkan proses penyampaian pesan bersifat reproduktif dan impersonal. Reproduksi artinya sipenerima pesan harus menerima pesan yang benar-benar sama dengan yang dimaksud oleh pembicara. Dalam komunikasi ilmiah tidak boleh terjadi penafsiran lain, selain isi yang dikandung pesan tersebut. Dalam komunikasi estetik sering timbul penafsiran yang berbeda terhadap objek komunikasi yang sama.
ÂÂ
Kata Kunci: Bahasa Sarana Komunikasi Pendidikan, Komunikasi Ilmiah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.