MODEL KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI KELURAHAN SOASIO KOTA TIDORE KEPULAUAN
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v15i2.525Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model komunikasi orang tua dalam mengatasi kenakalan anak remaja di Kelurahan Soasio, faktor – faktor yang menghambat  komunikasi  orang  tua,  penelitian  ini  menggunakan  tipe  penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan subjek dalam penelitian ini adalah ’’purposive sampling† dengan teknik  kumpulan data  melalui observasi dan dokumentasi,  Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa, model komunikasi orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja di Kelurahan Soasio adalah bersifat otoriter, membatasi nilai kebebasan berpendapat, hubungan yang bersifat kurang terbuka, dan kurang saling menghargai perbedaan sikap dalam lingkungan keluarga, serta pendapat anak  di  nilai  secara  negatif,  kurang  di  beri  kesempatan untuk  mengembangkan kreatifitas dirinya dan di beri batasan-batasan dalam bersikap maupun bertindak, faktor pisikologi anak / kepribadian yang menghambat komunikasi orang tua di Kelurahan Soasio,  sangat  di pengaruhi  oleh  faktor  keteladanan  orang  tua  maupun  anggota keluarga  lainnya  yang  di  praktekan  dalam  kehidupan  keluarga,  faktor  metode pembiasaan yang dilakukan orang tua dalam kehidupan sehari-hari, faktor pengalaman dan latar belakang pendidikan orang tua dan faktor sosial ekonomi keluarga.
Kata kunci: Model Komunikasi Orang Tua Dan Kenakalan Anak Remaja
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.