Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-10-22. Baca versi terbaru.

PERAN PENYULUH KEHUTANAN TERHADAP PENGEMBANGAN PRODUK DAN KEMASAN JAHE INSTAN PADA KELOMPOK TANI HUTAN MAJOJO, KOTA TIDORE KEPULAUAN

Penulis

  • Asnawia Kasim Gadjah Mada University
  • Ramli Hadun Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Tri Mulya Hartati Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Andy Kurniawan Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Erna Rusliana M. Saleh Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Yusri Sapsuha Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33387/jpk.v5i2.12662

Kata Kunci:

extension workers; instant ginger; KTH Majojo; marketing; packaging

Abstrak

Pengembangan produk olahan berbasis hasil hutan bukan kayu membutuhkan pendampingan yang mampu memperkuat kapasitas teknis, manajerial, dan pemasaran kelompok. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh kehutanan terhadap pengembangan produk dan kemasan jahe instan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Majojo di Kelurahan Tuguwaji, Kota Tidore Kepulauan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendampingan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi terhadap 20 responden yang dipilih secara purposive. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan skala Likert dan indeks efektivitas, sedangkan data kualitatif digunakan untuk memperdalam interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh berada pada kategori sangat baik untuk aspek edukator (skor rata-rata 4,26), fasilitator (4,25), motivator (4,22), dan konsultan/pembimbing teknis (4,26), sementara aspek akses pasar dan promosi berada pada kategori baik (3,97). Indeks efektivitas total mencapai 83,90%, yang tergolong sangat efektif. Pendampingan penyuluh berkontribusi terhadap peningkatan pemilihan bahan baku, pengolahan higienis, diversifikasi produk, penggunaan kemasan standing pouch aluminium foil, pencantuman informasi produk, serta penguatan pemasaran melalui konsinyasi dan penjualan langsung. Faktor pendukung utama meliputi partisipasi anggota, ketersediaan bahan baku, kompetensi penyuluh, soliditas kelembagaan, dan dukungan program pemerintah. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana produksi, jaringan pemasaran yang masih sempit, frekuensi pendampingan yang terbatas, dan perbedaan pemahaman anggota. Dengan demikian, penyuluh memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas produk, kemasan, dan daya saing usaha jahe instan KTH Majojo.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-10-22

Versi