Analisis Hubungan Penangkapan Ikan dengan Kondisi Terumbu Karang Di Perairan Pulau Kano, Kabupaten Pulau Taliabu
DOI:
https://doi.org/10.33387/jikk.v9i1.11833Abstrak
Ekosistem terumbu karang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis yang penting, namun rentan terhadap tekanan antropogenik, termasuk aktivitas penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi tutupan terumbu karang, karakteristik aktivitas penangkapan ikan, serta hubungan antara keduanya di Perairan Pulau Kano, Kabupaten Pulau Taliabu. Pengambilan data terumbu karang dilakukan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) pada empat stasiun pengamatan dengan delapan transek. Analisis persentase tutupan karang dilakukan menggunakan perangkat lunak CPCe. Data aktivitas penangkapan ikan diperoleh melalui wawancara terhadap 24 nelayan dan dianalisis menggunakan sistem pembobotan. Hubungan antara aktivitas penangkapan ikan dan tutupan karang hidup dianalisis menggunakan korelasi Pearson (n = 8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan karang hidup tertinggi terdapat pada Stasiun IV (70,87%) dan terendah pada Stasiun III (20,27%). Berdasarkan kriteria baku mutu, tiga stasiun tergolong baik dan satu stasiun tergolong rusak. Nilai korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif (r = -0,64), namun tidak signifikan secara statistik pada taraf kepercayaan 95% (p > 0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat kecenderungan penurunan tutupan karang seiring peningkatan aktivitas penangkapan ikan, faktor lain kemungkinan turut memengaruhi kondisi terumbu karang di lokasi penelitian.
Kata Kunci :
terumbu karang, aktivitas penangkapan ikan, tutupan karang hidup, korelasi Pearson, Pulau Kano
Unduhan
Referensi
Bell, J. D., dan Galzin, R. (1984). Influence of live coral cover on coral-reef fish communities. Marine Ecology - Progress Series. 15. 265-274.
Burkepile, D. E., dan Hay, M. E. (2010). Impact of herbivore identity on algal succession and coral growth on a Caribbean reef. PLoS ONE, 5(1).
Damayanti, H. O. (2018). Strategi pengembangan usaha penangkapan ikan tradisional: Studi kasus di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 8(1). 13-26.
Edinger, E. N., Jompa, J., Limmon, G. V., Widjatmoko, W., & Risk, M. J. (1998). Reef degradation and coral biodiversity in Indonesia: Effects of land-based pollution, destructive fishing practices and changes over time. Marine Pollution Bulletin. 36(8). 617–630.
Giyanto, Abrar, M., Hadi, T. A., Budiyanto, A., Hafizt, M., Salatalohy, A., & Iswari, M. Y. (2014). Panduan monitoring kesehatan terumbu karang: Terumbu karang, ikan karang, megabenthos dan penulisan laporan. COREMAP CTI LIPI.
____________. (2017). Status terumbu karang Indonesia 2017. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.
Graham, N. A. J., dan Nash, K. L. (2013). Effects of fishing on the fishes and habitat of coral reefs. In C. Mora (Ed.), Ecology of fishes on coral reefs (pp. 463–475). Cambridge University Press
Hughes, T. P., Baird, A. H., Bellwood, D. R., Card, M., Connolly, S. R., Folke, C., Lough, J. M. (2003). Climate change, human impacts, and the resilience of coral reefs. Science, 301(5635), 929–933.
Naim, N. (2004). Analisis kondisi terumbu karang di beberapa daerah wisata Pulau Ternate [Skripsi, Universitas Khairun].
[KLH] Kementerian Lingkungan Hidup. (2001). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2001 tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang.
Rahmat, A., dan Sari, N. P. (2021). Analisis dampak kegiatan perikanan tangkap terhadap kondisi ekosistem terumbu karang di perairan pesisir Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Tropis. 13(2). 85–94.
Saaty, T. L. (1980). The analytic hierarchy process. McGraw-Hill
Sheppard, C. R. C., Davy, S. K., & Pilling, G. M. (2009). Coral reefs – Biodiverse and productive tropical ecosystems. The Biology of Coral Reefs (hal. 1-32).
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.