DESAIN SISTEM PEMBUMIAN GARDU INDUK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM GRID
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v5i2.745Kata Kunci:
Pembumian, Gardu Induk, Sistem GridAbstrak
Pada Gardu Induk terdapat peralatan – peralatan seperti transformator tenaga peralatan hubung, alat pengubah fasa dan alat pelindung, yang secara teknik berhubungan dengan tegangan tinggi. Tentunya ini sangat berbahaya bagi manusia lebih khusus pada personil apabila gardu induk tersebut tidak lengkap dengan peralatan pengaman yang memadai, seperti sistem pembumian dan sistem proteksi.Salah satu indikator yang menentukan faktor keamanan suatu sistem pembumian gardu induk ini adalah tegangan langka dan tegangan sentuh. Pada dasarnya penentuan besar arus vibrasi digunakan sebagai dasar dari perhitungan tegangan langkah dan tegangan sentuh. Besar arus vibrasi ini sangat menentukan efek kecelakaan akibat shock listrik pada manusia.maka sistem pembumian perlu dirancang sehingga memenuhi standar keselamatan yang ada, dalam hal ini menggunakan standar IEEE, std, 80.Dari hasil perencanaan analisa sistem pembumian dengan menggunakan sistem grid diperoleh tegangan langkah maksimum adalah 485,201 Volt. Tegangan ini lebih rendah dari tegangan langkah yang diijinkan yaitu 2267,104 Volt. Dan tegangan sentuh adalah 760,776 Volt
Referensi
AS. Pabla, Sistem Distribusi Tenaga Listrik 1999
British Standar Code for Earthing 1988
IEEE, (1986), Guide For Safety in AC Substation Grounding, 1986
TS. Hutauruk, Pengetanahan Netral,Sistem Tenaga Dan Pengetanahan Peralatan Erlangga 1990
Umar, Ramly Rayid, Aplikasi Program Matlab Pada Perancangan Sistem Pembumian Gardu Induk Dengan Sistem Grid, Jurnal Ilmiah Rekanologi, Unkhair Volume 4 Nomor 7, Februari 2009.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).






