ANALISIS KOMPETENSI LITERASI SAINS FISIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI UNGGULAN 4 PULAU MOROTAI
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v20i2.5806Keywords:
kompetensi literasi sains, budaya literasi sains, fisika SMPAbstract
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kompetensi Literasi Sains Fisika Siswa dan cara menumbuhkan budaya literasi sains fisika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah 7 orang siswa IPA kelas IX SMPN Unggulan 4 Bere-bere Pulau Morotai. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi literasi sains fisika siswa pada materi listrik dinamis masih sangat rendah, yaitu P1 hanya mencapai sebesar 42,5%, P2 sebesar 57,5%, P3 sebesar 42,5%, K1 42,5%, sementara K2 sebesar 28,5% dan K3 sebesar 57,5%. Oleh sebab itu, dibutuhkan profesional guru dalam mengembangkan dan menjaga literasi sains disekolah. seperti data hasil wawancara terhadap guru fisika di sekolah (Suraida Roboke, S.Pd), cara menumbuhkan literasi sains siswa telah dilakukan oleh guru fisika sejak tahun 2018 yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Siswa diberikan kesempatan untuk membaca karena dengan membaca berarti siswa bisa mengetahui dan memahami apa yang sudah diketahui dan bisa memaknai apa yang tertulis dalam buku yang telah ia baca.Downloads
References
Balulu, N., Ahmad, Z., & Salim, A. (2020). Development of BW-Export Teaching Model to Improve Students’ Critical Thinking Skills of Senior High School. International Journal of Advanced Science and Technology, 29(4), 3506–3524.
Balulu, N., & Masrifah, M. (2021). Analisis Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru IPA SMP Kota Ternate dalam Pembelajaran Literasi Sains. SAINTIFIK@, 6(1), 31–36.
Balulu, N., Masrifah, M., & Eki, L. (2021). Analisis Kompetensi Pedagogik Guru IPA SMP Kota Ternate dalam Pembelajaran Literasi Sains. Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika, 2(2), 24–29.
Hamzah. (2009). Teori Pembelajaran Kontruktivisme. Jurnal Psikologi Pendidikan.
Irwan, A. P., Usman, U., & Amin, B. D. (2020). Analisis Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik Ditinjau Dari Kemampuan Menyelesaikan Soal Fisika Di SMAN 2 Bulukumba. Jurnal Sains Dan Pendidikan Fisika, 15(3).
Kurniasih, I., & Sani, B. (2015). Sukses Uji Kompetensi Guru (UKG). In Surabaya: Kata Pena.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. sage.
Okada, A. (2013). Scientific Literacy in the digital age: tools, environments and resources for co-inquiry. European Scientific Journal, 4, 263–274.
Peña-López, I. (2016). PISA 2015 results (Volume I). Excellence and equity in education. OECD Publishing.
Schleicher, A. (2019). PISA 2018: Insights and Interpretations. In oecd Publishing. ERIC.
Soraya, Z. (2020). Penguatan Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 1(1), 74–81.
Tamrin, M. I. (2019). Peningkatan Sumber Daya Manusia Dalam Lembaga Pendidikan Agama Non Formal Di Era Global. Menara Ilmu, 13(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.