The Importance of Characters Education for Students in Teaching Learning Process
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v21i2.6514Keywords:
Education character, Teaching learning process, Student characterAbstract
Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ialah dengan cara memperhatikan kualitas proses belajar mengajar. Berbagai konsep dan wawasan baru tentang proses belajar mengajar disekolah telah mengalami perkembangan seiring dengan pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan karakter adalah gerakan nasional mewujudkan sekolah yang membina generasi muda yang beretika, bertanggung jawab dan peduli dengan keteladanan dan pengajaran karakter yang baik melalui penekanan pada nilai-nilai universal yang kita semua miliki. Pendidikan karakter tidak hanya diajarkan di sekolah, tetapi juga perlu diajarkan lebih lanjut di rumah dan di lingkungan sosial. Karakter yang baik tidak terbentuk secara otomatis; itu dikembangkan dari waktu ke waktu melalui sebuah proses pengajaran, pembelajaran dan praktik yang berkelanjutan. Pembelajaran tentang karakter, sangat penting dalam masyarakat saat ini karena generasi muda kita menghadapi banyak peluang dan bahaya yang tidak diketahui oleh generasi sebelumnya. Akses yang lebih luas ke berbagai dunia akan membuat siswa menghadapi berbagai kompetisi dengan rekan-rekannya di berbagai dunia. Sebagai sumber daya manusia yang baik, bukan hanya kecerdasan otak yang diutamakan, tetapi juga membutuhkan karakter individu yang baik. Untuk itu diperlukan pendidikan karakter yang baik bagi siswa dalam kehidupannya. Makalah ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui kajian literatur.References
Cooley, A. (2008). Legislating character: moral education in North Carolina’s public schools. Educational Studies, 43(3), 188-205. doi:10.1080/00131940802117563
Faiziyah, N. & Fachrurrazy. (2012). The Implementation of Character Building in English Subject at Junior High School 3 Malang. Indonesia: State University of Malang.
Homiak, Marcia (2007), Moral Character. In Stanford Encyclopaedia of Philosophy Stanford: The Metaphysics Research Lab, Center for the Study of Language and Information.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam.
Marshall, J. C., Caldwell, S. D., & Foster, J. (2011). Moral education the character plus way. Journal of Moral Education, 40(1), 51-72. doi:10.1080/03057240.2011.541770
Milson, A. J. & Mehlig, L. M. (2002). Elementary School Teachers’ Sense of Efficacy for Character Education. The Journal of Educational Research, 96(1), 47-53.
Milliren, A., & Messer, M. H. (2009). Invitations to character. Journal of Invitational Theory & Practice, 15, 19-31
Romanowski, M. H. (2005). Through the eyes of teachers: High school teachers' experiences with Education character. American Secondary Education, 34(1), 6-23.
Ryan, Kevin, Bohlin, Karen (1999), Building character in schools: Bringing moral instruction to life. San Francisco: Jossey-Bass
Ryan, K., & Bohlin, K. E. (1999). Building character in schools: Practical ways to bring moral instruction to life. Jossey-Bass Inc., Publishers, 350 Sansome St., San Francisco, CA 94104
Skaggs, G., & Bodenhorn, N. (2006). Relationships between implementing Education character, student behavior, and student achievement. Journal of Advanced Academics, 18(1), 82-114
Williams, D. D., Yanchar, S. C., Jensen, L. C., & Lewis, C. (2003). Education character in a public high school: A multi-year inquiry into Unified Studies. Journal of Moral Education, 32(1), 3- 33.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.