DOMINASI VARIAN MELAYU LOKAL PADA PELAJAR KOTA TERNATE
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v14i2.192Abstract
Ada dua pandangan yang mendasari seseorang membahas tentang variasi bahasa. Pertama, variasi bahasa itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa dan keragaman fungsi bahasa itu sendiri. Kedua, variasi bahasa dari awal telah ada dan untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Variasi atau ragam bahasa itu dapat juga diklasifikasi berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi interaksi di dalam masyarakat. Bahasa Melayu Ternate sebagai salah satu variasi Melayu Lokal yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, secara umum dikuasai dan digunakan oleh masyarakat Kota Ternate bahkan masyarakat Maluku Utara secara keseluruhan karena telah menjadi bahasa antar-etnik (lingua-franca). Bahasa Melayu Lokal (Melayu Ternate) telah dan akan menjadi pendorong semakin digunakannya varitas ini oleh kelompok bermobilitas tinggi. Dari lima sekolah yang disurvei ditemukan begitu dominannya variasi Melayu Lokal-Melayu Ternate dalam proses komunikasi pelajar di lingkungan sekolah. Kebiasaan inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab kemahiran berbahasa Indonesia oleh pelajar masih jauh dari yang diharapkan. Dengan kata lain bahasa Melayu Ternate sebagai jembatan lintas-etnik di Maluku Utara, kini terus merambah bahkan telah menjadi bahasa-wajib bagi pelajar Kota Ternate ketika berada dalam situasi formal. Hal ini memberi signal keradaan bahasa Indonesia terus â€Âdigugat†sebagai bahasa Nasional oleh variasi Melayu Lokal. Hal ini juga memberi signal bahwa keradaan bahasa Indonesia harus terus digalakkan penggunannya sesuai konteks dan fungsinya.
ÂÂ
Key words: Varian, Melayu Lokal
ÂÂ
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.