Analisis Perbandingan Kualitas Layanan Sistem Antara Protokol HTTP dan MQTT Pada Monitoring Kelembaban Tanah
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v7i2.1658Kata Kunci:
Soil Moisture, HTTP, MQTT, Quality of ServiceAbstrak
This paper discusses the comparison of service quality between HTTP protocol and MQTT protocol implemented using internet of things to research on soil moisture around plants, quality of service compared to delay, jitter, throughput and packet loss. In this study the results showed that the HTTP and MQTT protocols have an average delay value below 150 or 63 ms. HTTP has an average jitter value between 0 - 62 ms, while MQTT has a jitter range value of between 0 - 16 ms. Whereas the HTTP throughput value is 88 ms and the MQTT protocol is 68 ms. Then for packet loss parameters both have the same quality as it generates a packet loss value of 0%. In this study it can be concluded that the use of http protocols is the superior protocol of MQTT in terms of quality of service.Referensi
D. Kurniawan, Yaddarabullah, and G. Suprayitno, “Implementasi Internet of Things pada Sistem Irigasi Tetes dalam Membantu Pemanfaatan Urban Farming,†7 th Univ. Res. Colloq., no. June, pp. 106–117, 2018.
M. F. Faizi, “Gambar 1.1 Board NodeMcu 3,†pp. 3–9, 2017.
A. Bachri and E. W. Utomo, “Prototype Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Sensor Kelembaban Tanah Berbasis Atmega 328,†J. Elektro, vol. 2, no. 1, pp. 5–10, 2017, doi: 10.30736/je.v2i1.33.
J. M. S. Waworundeng, N. Chandra Suseno, R. Ricky, and Y. Manaha, “Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu Perancangan Alat Penyiram Tanaman Otomatis berbasis Sensor dan Mikrokontroler,†no. November, pp. 241–247, 2017.
O. B. Pratama, A. Bhawiyuga, and K. Amron, “Pengembangan Perangkat Lunak IoT Cloud Platform Berbasis Protokol Komunikasi HTTP,†J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput. Univ. Brawijaya, vol. 2,no. 9, 2018.
P. Lahan, “Peluang Usaha Budidaya Cabai ? Daftar Isi Buku 01.â€Â
U. P. T. Sumber et al., “Perbedaan Http dan Https,†pp.11–13, 2017.
G. Y. Saputra, A. D. Afrizal, F. K. R. Mahfud, F. A.Pribadi, and F. J. Pamungkas, “Penerapan Protokol MQTT Pada Teknologi Wan (Studi Kasus Sistem Parkir Univeristas Brawijaya),†Inform. Mulawarman J. Ilm. Ilmu Komput., vol. 12, no. 2, p. 69, 2017, doi:10.30872/jim.v12i2.653.
R. Wulandari, “Analisis Qos (Quality Of Service) Pada Jaringan Internet (Studi Kasus : Upt Loka Uji Teknik Penambangan Jampang Kulon – Lipi),†J.Tek. Inform. dan Sist. Inf., vol. 2, no. 2, pp. 162–172,2016, doi: 10.28932/jutisi.v2i2.454
I. T. Percobaan, “Analisa Jaringan Menggunakan WireShark.â€Â
D. T. Andariesta, M. Fadhlika, A. Rajak, N. Siti, and M. Djamal, “Sistem Irigasi Sederhana Menggunakan Sensor Kelembaban untuk Otomatisasi dan Optimalisasi Pengairan Lahan,†no. July 2016, pp. 89–93, 2015.
Alawiah, AmeliaRafi Al Tahtawi, Adnan (2018) Sistem Kendali dan Pemantauan Ketinggian Air pada Tangki Berbasis Sensor Ultrasonik
Ulumuddin, USudrajat, MRachmildha, T DIsmail, NHamidi, E A Z (2017) Prototipe Sistem Monitoring Air Pada Tangki Berbasis Internet of Things Menggunakan Nodemcu Esp8266 Sensor dan Ultrasonik
Heru Susanto, Agus Nurcahyo (2018) Desain Dan Implementasi Sistem Monitoring Tegangan Dan Arus Motor Induksi Tiga Phase Menggunakan Konsep Internet Of Things (IOT)
[ Samuel Siregar dan Muhammad Rivai (2019) Monitoring dan Kontrol Sistem Penyemprotan Air Untuk Budidaya Aeroponik Menggunakan NodeMCU ESP8266
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).







