Peningkatan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 3 Halmahera Selatan Pada Materi Keseimbangan Lingkungan Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v21i3.6839Keywords:
Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar, SMA Negeri 3 Halmahera SelatanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 3 Halmahera Selatan melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan yaitu bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus dilakukan melalui empat tahap yakni (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA di SMA Negeri 3 Halmahera Selatan pada materi perubahan keseimbangan lingkungan. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu 53% yang tergolong kurang sedangkan pada siklus II yaitu meningkat menjadi 100%. Sedangkan hasil observasi aktivitas guru siklus I yaitu 64%, siklus II meningkat menjadi 100%. Sedangkan hasil belajar siswa dengan mengunakan model Problem Based Learning (PBL) pada siklus I sebanyak 13 orang yang belum tuntas atau sebanyak 65% yang belum mencapai KKM. Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebanyak 19 orang yang tuntas atau sebanyak 95% siswa yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar.References
Aini, Nabila Q. 2016. Profil Kreativitas Siswa Sekolah Alam. (Skripsi). PPB FIP, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Gusti, S. W., Suyanto, S., & Ratnawati, R. 2017. Analisis Hasil Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Aspek Sikap, Pengetahuan, Dan Keterampilan Pada Mata Pelajaran Biologi SMA Di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Pend. Biologi-S1.
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Kono, R., Mamu, H., & Tangge, L. 2016. Pengaruh Model Problem Martin dan Handoko.(2001). Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku. Jakarta: Rineka Cipta.
Nafiah,Y.N.,& Suyanto,W. 2014. Penerapan model problem-based learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritisdan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Vokasi,4.
Bloom Nurkancana, Wayan dan PPN Sunarta, Evaluasi Hasil Belajar, Surabaya, Usaha Nasional, 1993.
Putra, A. G. P., & Bektiarso, S. 2017. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran Fisika di SMA.
Suhardjono; & Arikunto, 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
Shoimin, Aris. 2016. Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikkulum 2013. Yogyakarta : Ar-Ruuz Mediap
Sudarisman,S. 2015. Memahami hakikat dan karakteristik pembelajaran biologi dalam upaya menjawab tantangan abad 21 serta optimalisasi implementasi kurikulum 2013. Florea Jurnal Biologi dan Pembelajarannya,2(1).
Sugiharto, B. 2011. Konsepsi Guru IPA Biologi SMP Se-Surakarta tentang Hakikat Biologi sebagai Sains. In Prosiding Seminar Biologi (Vol.8,No.1).
Sukiman, 2014. Pedoman penulis skripsi Yogyakarta fakultas ilmu tarbiayah dan UIN sunan kalijaga yogyakarta dengan direktorat pendidikan tinggi islam kementerian agama RI.
Trianto. 2011. Model Pembelajaran Terpadu (Konsep Strategi dan Implementasinya Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Jakarta: Bumi Aksara.
Ulfah, M., Fatmah, H., & Herlanti, Y. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dipadu Metode Student Team Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XIPA 4 SMA Negeri 1 Parung Tahun Ajaran 2014/2015 Pada Konsep Perubahan Lingkungan. Jurnal EDUSAINS, 7(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.