Makna Tradisi Lisan Dalil Moro dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Antropolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v22i2.8883Keywords:
Tradisi Lisan, Dalil Moro, AnthropolinguisticsAbstract
This research was conducted due to the lack of public knowledge and awareness about oral traditions, especially Dalil Moro. What distinguishes this study from the previous research is the objective of the study. This study concentrates on the meaning of oral traditions and their application to Anthropolinguistics learning. Furthermore, the objectives of this study are (1) to describe the meaning of the oral tradition of Dalil Moro and its implications for Anthropolinguistics learning. (2) explain how the implications of oral tradition on Anthropolinguistics learning are concerned. The method used in this study is qualitative descriptive, Qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behaviors (Jalaluddin, 2004: 22). The data collection techniques used in this study are observation, interviews, and reading and note-taking techniques. The data analysis technique used in this study is qualitative data analysis. Which is divided into several parts (Sugiono, 2015: 338) Reduction, Data Display (Data Presentation), Drawing conclusions and verification. Research Results and Conclusions; 1). A small part of the people of Ternate city have maintained and preserved oral traditions in the form of Dalil Moro, 2) Dalil Moro as part of the cultural heritage of our ancestors which is used as a guideline for life that regulates the social order of social life in society so that human attitudes and behaviors do not go out of the cultural values and customs that have been fostered and maintained together. 3) The meaning of the oral tradition of Dalil Moro.Downloads
References
Ahmad, Mahdi. (2014). Sastra Lisan Ternate. Depok: Yayasan Danau Indonesia.
Febianto, Debi. (2019). Implikasi Fase Pemerolehan Bahasa Siswa Sekolah Dasar Terhadap Proses Pengajaran Bahasa Indonesia. Padang: UIN Iman Bonjol.
Hasan. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Jalaluddin, Rahmat. (2004). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Lubis, Tasnim. (2019). Tradisi Lisan Nandong Simeulue: Pendekatan Antropolinguistik. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Nada A, (2022). Analisis Deskriptif Makna Budaya dalam Tarian Tide-tide di Desa Tobe Kecamatan Tobelo Selatan, Jurnal Bilingual 12 (1),63-79.
Nada, A. (2011). Ungkapan verbal dan non verbal bermakna budaya dalam pertunjukkan rakyat Baramasuwen. Manado: Universitas Sam Ratulangi.
Pentury, J. dkk. (2014). Sastra Lisan Ternate (Analisis Struktur dan Nilai Budaya). Jakarta: Pusat Bahasa
Purba Yuliantika. (2019). Toponimi Desa-desa di Kabupaten Humbang Hasundutan: Kajian Antropolinguistik. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Purwati, Hanik. (2019). Makna Tradisi Nyimah Parit Bagi Masyarakat di Desa Margo Rukun Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jambi: UIN Suthan Thaha Saifuddin.
Sibarani, R. (2015). Pendekatan Antropolinguistik terhadap Kajian Tradisi Lisan, Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa Volume 1
Sibarani, Robert. (2004). Antropolinguistik. Medan: Poda.
Sinegar, Aminuddin, & Ariyono. (2017). Kamus Antropologi. Jakarta: Akademika Pressindo.
Suhardi. (2015). Dasar-dasar Ilmu Semantik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.