IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MASA PEMULIHAN PEMBELAJARAN DI SMKS PEMBANGUNAN TERNATE (Penelitian Tindakan Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan Mata Pelajaran PKn Materi Sistem Hukum dan Peradilan Di Indonesia)

Penulis

  • Endang Purwati Universitas Khairun
  • Tomiati Samiu SMKS Pembangunan Ternate

DOI:

https://doi.org/10.33387/humano.v13i2.5460

Kata Kunci:

Berpikir Kritis, Discovery Learning, Lesson Study

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) materi Sistem Hukum dan Peradilan di Indonesia Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (action research class) dengan mengolaborasikan praktik lesson study. Instrument penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu lembar observasi dari para pengamat berupa catatan perilaku belajar peserta didik, rekaman video selama pembelajaran berlangsung, dan tes hasil belajar kemampuan berpikir kritis peserta didik.  Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan pada open class 1, 2 dan 3 menunjukkan bahwa implementasi model discovery learning berbasis lesson study mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pemulihan pembelajaran setelah mengalami masa pandemic. Hal ini dapat dilihat pada hasil diskusi para observer dan perubahan hasil belajar yang diperoleh peserta didik.  Pada open class 1, 2, 3 untuk indikator kemampuan peserta dalam a) menginterpretasi masalah sebesar 37%, 48%, dan 74%; b) indikator kemampuan menganalisis solusi open class 1, 2, 3 ada perubahan persentase masing-masing 19%, 44%, 74%; c) indikator kemampuan peserta dalam menerapkan solusi perubahannya sebesar 19%, 44%, 74%; d) indikator  kemampuan peserta dalam mengevaluasi solusi yang digunakan sebesar 19%, 44%, 63%; dan e) indikator menyimpulkan hasil ada peningkatan pada open class 1,2,3 sebesar 19%,44%, 63%. Olehnya itu, model ini dapat direkomendasikan untuk diterapkan pada kelas yang memiliki masalah pembelajaran serupa.

Biografi Penulis

Endang Purwati, Universitas Khairun

Prodi Pendidikan Geografi

Tomiati Samiu, SMKS Pembangunan Ternate

Guru PKN SMKS Pembangunan

Referensi

Abdullah, Marthinu, E., & Purwati, E. (2019). Lesson Study Berbasis Sekolah Sebagai Komunitas Belajar Guru. Jurnal Penelitian Humano, 408-416.

Abizar, H. (2017). Buku Master Lesson Study. Yogyakarta: Diva Press.

Ajwar, M. P. (2015). Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi terhadap Preatasi Belajar Ditinjau dari Berpikir Kritis dan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas X MIA SMAN 8 Surakarta. Inkuiri, 127-135.

Angelo, T. (1995). Beginning the dialogue: Thoughts on promoting critical thinking: Classroom assesment for critical thinking. Teaching of Psychology, 6-7.

Arifin, Z. (2013). Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning). Jakarta: Kemendikbud.

Arifin, Z. (2016). Pengembangan Instrumen Pengukur Berpikir Kritis Matematika Sisw SMK Kelas X. Theorems, 58-67.

Chance, P. (1986). Thinking in the classroom: A survey of programs. . New York: Teacher College, Columbia University.

Dep.Dik.Nas, P. B. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Dep.Dik.Nas.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2021, Desember 22). https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/dorong-pemulihan-pembelajaran-di-masa-pandemi-covid19-kurikulum-nasional-siapkan-tiga-opsi. Retrieved from https://gtk.kemdikbud.go.id: https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/dorong-pemulihan-pembelajaran-di-masa-pandemi-covid19-kurikulum-nasional-siapkan-tiga-opsi

Facione, P. (2015). Critical Thinking: What It Is and Why it Counts. California: Measured Reason and The California Academic Press.

Faizin, A. (2022). Analisis Penerapan Transcript Based Lesson Analysis (TBLA) Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran IPA. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, Vol.1, No.3.

Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Kemmis S, M. T. (1992). The Action Research Planner. Victoria: Deakrin University.

Marlina. (2020). Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Inklusif. Padang: CV. Afifa Utama.

Mertes, L. (1991). Thinking and wiriting. Middle School Journal, 24-25.

Nasional, D. K. (2010). Program Perluasan Lesson Study Untuk Penguatan LPTK.

Priyambudi, B., Suroya, A., & Susilo, H. (2019). Implemetasi Model Discovery Learning Menggunakan Lesson Study Untuk meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Kolaborasi. Seminar Nasional dan Workshop Biologi-IPA dan Pembelajaran (pp. 629-636). Malang: Universitas Negeri Malang.

soepriyanto, Y. (2018). Webquest sebagai Pembelajaran Abad 21. Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 127-134.

Suroso. (2007). Classroom Action Research: Peningkatan Kemampuan Menulis Melalui Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Paraton Publishing.

Suzuki, R. (2022). The Learning Ownership: Cara Mengembalikan Kendali Belajar Kepada Siswa. Malang.

Takahashi, A., & Mcdougal, T. (2016). Collaborative lesson research: maximizing the impact of lesson study. the international journal on mathematics education, 48(4). doi:10.1007/s11858-015-0752-x

Unduhan

Diterbitkan

2022-11-15

Cara Mengutip

Purwati, E., & Samiu, T. (2022). IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MASA PEMULIHAN PEMBELAJARAN DI SMKS PEMBANGUNAN TERNATE (Penelitian Tindakan Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan Mata Pelajaran PKn Materi Sistem Hukum dan Peradilan Di Indonesia). Humano: Jurnal Penelitian, 13(2), 87–95. https://doi.org/10.33387/humano.v13i2.5460

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.