Game Edukasi Mitigasi Bencana Gunung Meletus “Petualangan Gunturâ€Â
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v6i1.1034Kata Kunci:
Gunung, Edukasi, Construct 2, MitigasiAbstrak
Indonesia memiliki kekayaan alam meliputi perairan dan daratan. Di daratan Indonesia, gunung memiliki banyak manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia. Namun gunung juga memiliki permasalahan tersendiri. Ketika gunung mengalami erupsi, maka akan berdampak pada penduduk yang tinggal di sekitar gunung tersebut. Bencana memiliki dampak berupa kerusakan lingkungan, sehingga diperlukan penanggulangan bencana untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh bencana tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut yaitu dengan memberikan edukasi mengenai mitigasi. Mitigasi bencana sebaiknya dilakukan kepada semua orang yang bermukim di sekitar gunung dan juga masyarakat yang berpotensi menjadi korban bencana baik pada anak maupun pada orang dewasa Penulis ingin membuat sebuah gambaran mengenai mitigasi bencana melalui game edukasi tentang pengetahuan mengenai penanggulangan bencana gunung api secara dini (untuk anak usia 10-11 tahun) berbasis android. Penelitian ini menggunakan metode SDLC dengan model waterfall. Hasil penelitian ini ini berupa sebuah game edukasi mitigasi bencana gunung meletus, yang didalamnya terdapat berbagai fitur untuk dimainkan oleh siswa dibangun menggunakan construct 2 yang dapat dimainkan di mobile smartphone berbasis android dengan file berekstensi .apk. Game ini telah diuji menggunakan System Usability Scale (SUS) dan game dapat berjalan tanpa adanya kendala.Referensi
M. Pankoke, “Neue Robotertechnik bei Heembeton,†Betonw. und Fert. Plant Precast Technol., vol. 74, no. 5, pp. 22–29, 2008.
B. Pranggono, “Percikan sains dalam Al Quran: menggali inspirasi ilmiah.†pp. 39–40, 2005.
W. Asriningrum, H. Noviar, P. Bidang, A. Sistem, P. Bidang, and P. Data, “PENGEMBANGAN METODE ZONASI DAERAH BAHAYA,†vol. 1, no. 1, pp. 66–75, 2004.
Rahayu, D. P. Ariyanto, Komariah, S. Hartati, J. Syamsiyah, and W. S. Dewi, “Dampak Erupsi Gunung Merapi Terhadap Lahan Dan Upaya-Upaya Pemulihannya,†Caraka Tani -Jurnal Ilmu-ilmu Pertan., vol. XXIX, no. 1, pp. 61–72, 2014.
Paidi, “Pengelolaan manajemen risiko bencana alam di indonesia,†Widya, vol. Nomor 321, no. 83, p. 37, 2012.
H. P. Putra and R. Aditya, “Pelatihan mitigasi bencana kepada anak anak usia dini,†J. Inov. dan Kewirausahaan, vol. 3, no. 2, pp. 115–119, 2014.
K. N. Fathiyah, “Berbagai Faktor Penentu Penyesuaian Psikologis,†Paradigma, pp. 25–42, 2013.
J. C. Beck and M. Wade, “Got game,†Harvard Bus. Sch. Press, 2004.
E. Swing, A. Pain, D. A. Gentile, and C. A. Anderson, Handbook of Research on Effective Electronic Gaming in Education, no. October 2016. 2010.
D. I. Nurrahim and E. Sudarmilah, “EduGame Sejarah Islam Masuk Indonesia,†Protek J. Ilm. Tek. Elektro, vol. 03, no. 2, 2016.
J.C. Villaz and S. Albaj, Strategy2D : Turn-based Strategy Video Game Engine for Mobile Devices, no. November. 2014.
H. Supriyono, R. F. Rahmadzani, M. S. Adhantoro, and A. K. Susilo, “RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN DAN GAME EDUKATIF PENGENALAN AKSARA JAWA ‘ PANDAWA ,’†Publ. Ilm., pp. 1–12, 2016.
J. Brooke, SUS - A quick and dirty usability scale. 1996.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).







