Detection and Analysis of CO, CO2 Exhaust Emissions in Two-Wheeled Motorized Vehicles
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v10i3.4497Kata Kunci:
CO, CO2 Gas Detector, Data AnalysisAbstrak
CO and CO2 are some of the exhaust gases resulting from the combustion of motor vehicles. The increase in the number of vehicles causes the concentrations of CO and CO2 exhaust gases in the air to increase. To be able to detect the amount of CO gas concentration using the MQ7 sensor and the CO2 sensor, the TGS4161 sensor is used. For the sensor to work properly, it needs a normalization process before it is applied to the testing stage. Based on the test results, the sensor normalization process requires 54 seconds with a maximum CO gas concentration of 4139.7 ppm, or 0.413%, and an output voltage of 4.39 volts. The CO2 exhaust gas test resulted in a maximum gas concentration of 5862.06 ppm, or 0.586%, with an output voltage of 0.51 volts. From several test results, the amount of exhaust gas concentration is dominantly determined by the type of vehicle and engine speed, while the type of fuel does not significantly affect the exhaust gas concentration, with an average percentage difference of 1.2%..Unduhan
Referensi
Ardianto Adibatul., Khasanah, U., Murdianto, B.D, dan Wulandari, B. (2016). "Sistem Monitoring Pencemaran Polutan Kendaraan VIA Gadget Berbasis Arduino". Jurnal ELINVO. Vol. 1, No. 3, (pp. 145–150).
Arida Amalia Rosa, Sistem Pendeteksi Pencemaran Udara Portable Menggunakan Sensor MQ-7 dan MQ-135, Jurnal Ultima Computing, Vol XII, No. 1 (23-28)
Basuki Tri Kris, Setiawan Budi, Penurunan Konsentrasi CO dan NO2 pada emisi gas Buang menggunakan arang tempurung kelapa yang disisipi TiO2, Seminar Nasional IV SDM Teknologi Nuklir Yogyakarta 2008.
Darimi, Senegar Ikhwan Yuni (2018) Beban Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jarak Tempuh Dan Jumlah Kendaraan Pada Persimpangan Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Seminar Nasional Pelestarian Lingkungan (SENPLING), (225-231)
Dharmawan Wahyu dan Susanti Diah, (2012) Pengukuran sensitivitas sensor gas CO dari Mateial WO3 hasil proses gel dan kalsinasi terhadap variasi konsentrasi dan temperature operasi, Jurnal Teknik Pomits, Vol 1. No. 1, (1-5)
Ferdnian Marsius, dkk. (2016), “Analisis Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dan Dampaknya Terhadap Lingkungan di Kota Balikpapan (KALTIM)â€, Jurnal TRANSMISI, Vol-XII Edisi-1 (pp. 5-24)
Iqbal Zainal., dkk (2017). “Sistem Monitoring Tingkat Pencemaran Udara Berbasis Sistem Jaringan Sensor Nirkabelâ€, Jurnal Informatika dan Komputer, Vol. 22 No. 1 (10-20).
Ismiyati, 2014, Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, Jurnal Manajemen Transportasi & Logistic, Vol. 01, (pp. 241-248).
Junus, M., 2016, Rancang Bangun Sistem Monitoring Tingkat Pencemaran Udara (Gas Buang) CO/NO2 Secara Mobile Berbasis Web di Kota Malang, Prosiding SENTIA, Vol. 08, No. 02, (pp. 116-122).
Nebath E., (2014). Rancang Bangun Alat Pengukur Gas Berbahaya CO Dan CO2 di Lingkungan Industri, E-Journal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 3 No. 4 (pp. 65-72)
Nugroho Agung, dkk (2016) Analisis Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) di Jawa Timur, Prosiding SENIATI, (pp. A.16-A20).
Nurdjanah Nunuj, (2014), Emisi CO2 akibat kendaraan bermotor di kota denpasar, Jurnal Transportasi Darat, Vol. 16, Nomor 4, (pp. 189-202)
Prakoso Dimas, dkk, (2012), Perancangan dan Pembuatan Sistem Emisi Gas Buang Pada Motor Bensin, ITS Surabaya
Pratowo Bambang, (2019), Analisis Pengaruh Putaran Mesin dan Bahan Bakar Terhadap Emesi Gas Buang Pada Motor Bensin Empat Langkah, Jurnal Teknik Mesin UBL, Vol. 6. No.2, (pp.29-34)
Satra Ramdan dan Rachman A. (2016). Pengembangan Sistem Monitoring Pencemaran Udara Berbasis Protokol Zigbee dengan Sensor CO. Jurnal Ilmiah ILKOM. Vol. 8. No.1 (17-22)
Yulianti Sendi, (2014) Analisis Konsentrasi Gas Karbon Monoksida (CO) pada ruas jalan Gajahmada Pontianak, Jurnal Utan., Vol. 2, No. 1, (pp. 1-10)
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).







