PENGARUH PERPADUAN MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) DAN POLA PEMBERDAYAAN BERPIKIR MELALUI PERTANYAAN (PBMP) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMA NEGERI 10 KOTA TERNATE
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v17i1.1082Abstract
Proses pembelajaran menitikberatkan pada nilai dan pencapaian materi dalam kurikulum. Akibatnya, pembelajaran yang dilakukan cenderung bersifat informatif, teacher-centered, dan kurang memberdayakan proses berpikir siswa. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan dengan menerapkan perpaduan model TPS + PBMP. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perpaduan model pembelajaran Think Pair Share  dan Pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan terhadap kemampuan berpikir kritis. Desain penelitian adalah penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan Pre-test-Post-test Nonequivalent Control Group Design atau Nonrandomized Control Group Pre-test-Post-test Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas IPA-2 dan IPA-3 sebagai kelas kontrol. Pengukuran kemampuan berpikir kritis menggunakan rubrik kemampuan berpikir kritis yang yang mengacu kepada Hart. Hasil analisis anakova menunjukkan bahwa pembelajaran berpola PBMP dipadu TPS lebih berpotensi meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan tidak terlalu berbeda nyata dengan model TPS dan PBMP.
Kata kunci: Think Pair Share, Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyan, kemampuan berpikir kritis,
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.