Pengembangan Bahan Ajar IPA Berorientasi High Order Thinking Skills dan Pendidikan Karakter Melalui Problem Based Learning
DOI:
https://doi.org/10.33387/j.edu.v21i1.5843Keywords:
Bahan Ajar, HOTS, Karakter, PBLAbstract
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat dengan produk hasilnya adalah  bahan ajar IPA  berorientasi High Order Thinking Skills dan pendidikan karakter melalui Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kota Ternate. Penyusunan bahan ajar IPA yang dilakukan oleh guru di SMP Negeri 3 Kota Ternate masih mengacu pada buku guru,  belum memuat pengembangan High Order Thinking Skills dan penanaman nilai-nilai karakter. Oleh sebab itu dalam penelitian ini peneliti mengembangkan bahan ajar berorientasi High Order Thinking Skills dan pendidikan karakter melalui Problem Based Learning. Metode penelitian pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan metode yang disusun oleh Thiagarajan yaitu model 4D. Metode ini terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Berdasarkan hasil penilaian dari expert judgement yaitu guru dan siswa menunjukkan bahwa bahan ajar IPA  berorientasi High Order Thinking Skills dan pendidikan karakter melalui Problem Based Learning  memenuhi kriteria cukup valid sehingga layak digunakan sebagai salah satu media penunjang dalam pembelajaran.
Downloads
References
Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. In Remaja Rosda Karya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Dalmeri, D. (2014). Pendidikan Untuk Pengembangan Karakter (Telaah terhadap Gagasan Thomas Lickona dalam Educating For Character). Al-Ulum, 14(1), 269–288.
Gay, S., Sahjat, S., & Hamid, F. (2022). Efektivitas Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Pembelajaran PDEODE dan Model PBL Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII di SMP Negeri 5 Kota Ternate Pada Materi Kalor. EDUKASI, 20(1), 112–125.
Inanna, I. (2018). Peran Pendidikan Dalam Membangun Karakter Bangsa Yang Bermoral. JEKPEND" Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan", 1(1), 27–33.
Litaimer, D., & Putra, I. E. D. (2019). Penggunaan Sumber Belajar Diktat Buatan Guru Pada Pembelajaran Seni Budaya Di Mts Padang Laweh Kabupaten Sijunjung. Jurnal Sendratasik, 8(4), 61–67.
Meilasari, S., & Yelianti, U. (2020). Kajian Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran di Sekolah. BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 3(2), 195–207.
Nurbaeti, R. U. (2019). Pengembangan Bahan Ajar IPA Berbasis Problem Based Learning untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 5(1).
Prastowo, A. (2011). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: DIVA press.
Rahman, M. H., & Ahmad, Z. (2017). Kompetensi Guru IPA SMP Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan. Humano: Jurnal Penelitian, 7(2), 207–216.
Rahman, M. H., & Latif, S. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terpadu Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Kelas V. EDUKASI, 18(2).
Saona, R. (2018). Hubungan Antara Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 2 Ngaglik. Universitas Sanatha Darma, Yogyakarta.
Sauri, S. (2009). Revitalisasi Pendidikan Sains dalam Pembentukan Karakter Anak Bangsa untuk Menghadapi Tantangan Global. Seminar Nasional Pendidikan Sains.
Sukmadinata, N. S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (III). In Remaja Rosda Karya.
Wirata, I. N. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran IPA Indonesia, 9(3), 139–145
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License‚ yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.