Analisa QoS Pada Penerapan Local IPTV Dalam Jaringan IEEE 802.11
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v7i1.1768Kata Kunci:
Local IPTV, QoS, jaringan IEEE 802.11, VLC Media PlayerAbstrak
IPTV merupakan protokol aplikasi TCP/IP yang menggunakan pengalamatan internet (IP Address) dalam suatu jaringan telekomunikasi untuk pengiriman konten multimedia berbentuk audio video, yaitu berupa layanan siaran televisi digital. Dalam perkembangannya, IPTV tidak hanya digunakan untuk mentransmisikan konten siaran televisi dari perusahaan siaran televisi (TV Broadcasting) yang sudah mapan, tetapi juga dapat digunakan untuk mentransmisikan konten siaran televisi lokal (Local IPTV) dalam cakupan terbatas. Agar dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna Local IPTV, perlu adanya jaminan kualitas layanan (Quality of Service = QoS) yang dapat diukur dan dianalisa dari kemampuan jaringan lokal dalam mentransmisikan sinyal audio video dengan baik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan diukur dan dianalisa parameter QoS Local IPTV dalam jaringan IEEE 802.11 (LAN Nirkabel), yaitu perbandingan jarak terminal client ke Access Point terhadap kecepatan data (bit rate), lama waktu memulai siaran (initial time), latency dan kualitas gambar. Metodologi penelitian yang digunakan adalah dengan membuat jaringan sederhana IEEE 802.11 (WLAN) dimana terdapat satu komputer sebagai Server Televisi yang terhubung secara nirkabel dengan dua smartphone, dua notebook dan dua tablet sebagai terminal client; membangun Server Televisi dengan men-setting VLC Media Player; menguji coba dan mengukur kecepatan data (bit rate), lama waktu memulai siaran (initial time), latency dan kualitas gambar pada unit penerima; serta kemudian menganalisa hasil pengukuran. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan kecepatan data (bit rate) dan jarak dapat mempengaruhi lama waktu munculnya file video streaming di terminal client (initial time), latency dan kualitas gambar, serta menunjukkan bahwa penurunan bit rate dapat membuat lama waktu munculnya file video streaming di terminal client (initial time) semakin lama sedangkan besarnya latency dapat dianggap stabil.Referensi
Moch. Yusron (2018). Rancang Bangun Penyiaran Televisi Berbasis Web Untuk Daerah Pedesaan Di Baturetno Bantul. Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia. Jakarta.
Damendra (2010). Implementasi Televisi Kampus Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Suska Riau Dengan Menggunakan Teknologi Video streaming Dan Audio Broadcasting Berbasis Web. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Riau.
George Holzmann, IAEM Stream (2008). On-demand Streaming Server Product. Journal of Institute of Electronic Music and Acoustic (IEM). University of Music and Dramatic Arts Graz, Austria.
Meeyoung Cha, MPI-SWS Saarbrücken, Germany; Pablo Rodriguez & Xavier Amatriain, Telefonica Research Barcelona, Spain; Jon Crowcroft, University of Cambridge Cambridge, UK; Sue Moon KAIST Daejeon, Korea (2008). Watching Television Over an IP Network. Proceedings of the 8th ACM SIGCOMM conference on Internet Measurement, October 2008 Pages 71–84. (https://dl.acm.org/doi/pdf/10.1145/1452520.1452529).
Sklar, Bernard (2001). Digital Communications, Fundamentals and Applications, 2nd Edition. Prentice Hall Int, Inc.
Selma, Gulen. IPTV Internet Protocol Television. (Diambil dari internet: http://yildiz.edu.tr/~kunal/datacomdsy/IPTV%20presentation_V2.pdf tanggal 28 Maret 2018).
Hidayat, Taufik (2018). Konfigurasi Video streaming Menggunakan VLC. (Diambil dari internet: http://taufiqth13.blogspot.co.id/2015/01/konfigurasi-video-streaming-menggunakan.html tanggal 27 Maret 2018).
Novi, Yulianto; Bacharuddin, Fahraini (2016). Perancangan Sistem Informasi Parkir dengan WiFi Berbasis Arduino. Jurnal Lontar Komputer Vol. 7, No. 3 Desember 2016 Halaman 133-137. (https://ojs.unud.ac.id/index.php/lontar/article/view/25455/16565) .
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).






