Pemanfaatan Jaringan Wifi pada Pengendalian Lampu Rumah Berbasis Smartphone Android
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v6i1.992Kata Kunci:
Android, Mikrokontroler, Smartphone, WifiAbstrak
Penelitian ini menghasilkan alat pengendali lampu dalam memberikan kenyamanan atau kemudahan menyalakan atau mematikan lampu di rumah.
Metode yang digunakan dalam pembuatan kontrol pencahayaan berbasis mikrokontroler menggunakan smartphone android dan pemanfaatan jaringan wifi.  Metode penelitian terdiri dari beberapa tahapan, penelitian kepustakaan, metode analisis, metode desain dan implementasi.
Hasil yang dicapai adalah peningkatan aspek kenyamanan dan kemudahan dalam menghidupkan dan mematikan lampu. Jaringan wifi yang tersedia di smartphone android terhubung ke modul yang terhubung ke arduino mikrokontroler.
Pada dasarnya prinsip penggunaan alat ini pengguna harus dapat mengoperasikan smartphone berbasis sistem operasi Android.
Kesimpulannya adalah peralatan ini telah diuji coba dan dapat digunakan sebagai pengendali lampu dengan smartphone android. Koneksi tanpa harus menekan sakelar lampu.
Referensi
Hantoro, Gunadi Dwi. 2010. Wifi (Wireless LAN) Jaringan Komputer Tampa Kabel.Yogyakarta : Andi Offest.
Irawan. 2012 Membuat Aplikasi Android Untuk Orang Awam. Palembang: Maxikom.
Sumardi. 2013. Mikrokontroler Belajar AVR Mulai Dari Nol. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Supardi, Yuniar 2012 Sistem Operasi Andal Android. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Wibowo, Arief. 2011. Mikrokontroler Atmega8535 Learning Media.Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).







