RANCANG BANGUN SISTEM PERINGATAN DINI KEBAKARAN MENGGUNAKAN INFRARED FLAME DETECTOR PARAREL DENGAN ARDUINO GSM/GPRS SHIELD
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v4i1.267Kata Kunci:
Infrared Flame Detektor paralel, Arduino Uno R3, GSM / GPRS SIM 900.Abstrak
- Bagaimana merancang alat pendeteksi kebakaran dengan menggunakan Flame Detector dan Arduino GSM/GPRS Shield ketika terjadi kebakaran
- Bagaimana proses pembacaan sensor dan pengiriman data dari perangkat ke pengguna (pemilik rumah).
Unduhan
Referensi
H.Lukman Abdul Fatah m.si., m.t, 2 Rudi Alimudin. (2011). Prototipe Sistem Pendeteksi Dini Kebakaran Dengan Sms Sebagai Media Informasi Berbasis Mikrokontroler. Stmik Lpkia, 1–6.
Faishal, a., budiyanto, m., diploma, p., & elektro, t. (2010). Pendeteksi kebakaran dengan menggunakan sensor. Pendeteksi kebakaran dengan menggunakan SENSOR SUHU LM35D DAN SENSOR ASAP, 2010(semnasif), 44–50.
Pategeni, S. (2015). Teknologi Flame Detektor.
Samuel, J. (2011). Pengenalan arduino. Pengenalan Arduino, 1–24.
Thurbide, K. B. (2008). Flame detector. Bandung : Universitas Kristen Maranatha.
Zaghloul, M. S. (2014). GSM-GPRS Arduino Shield (GS-001) with SIM 900 chip module in wireless data transmission system for data acquisition and control of power induction furnace. GSM-GPRS Arduino Shield (GS-001)with SIM900 Chip Module in Wireles, 5(4), 776–780.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).







