KONSTRUKSI POSESIF DALAM BAHASA MELAYU TERNATE
DOI:
https://doi.org/10.33387/humano.v12i1.2631Kata Kunci:
Bahasa Melayu Ternate, frase nomina posesifAbstrak
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena berkaitan dengan tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan bentuk konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate yaitu frase nomina posesif yang terbentuk dari unsur kata ganti orang, sebutan, kekerabatan, nama diri, hewan, tumbuhan, profesi yang merupakan unsur penjelas atau yang menerangkan dalam frase yang diikuti bentuk pe yang merupakan penanda milik (kepunyaan) disertai nomina. Inti frase selalu berkategori nomina yang terbentuk baik dari unsur yang berkategori nomina maupun verba    yang diulang. Adapun konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate selalu berupa frase karena terdiri dari gabungan kata yang berupa unsur yang menerangkan, penanda milik, dan unsur yang diterangkan yang berkonstruksi: (1) kata ganti persona + pe + nomina; (2) kekerabatan + pe + nomina; (3) sebutan + pe + nomina; (4) hewan (-insani) + pe + nomina; (5) tumbuhan (-insani) + pe + nomina; (6) profesi + pe + nomina; (7) nama diri + pe + nomina; (8) kata ganti persona + pe + nomina + pe + nomina; dan (9) kekerabatan , nama diri + pe + kekerabatan + pe + kekerabatan + pe + frase nomina.
Referensi
Alhadar, Fachmi dan Rudi. 2019. “Reduplikasi dalam Bahasa Melayu Ternateâ€Â. Jurnal Gramatika Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara.
Alwi, Hasan. 2003. Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Cahyono, bambang Yudi. 1995. Kristal-kristal Ilmu Bahasa. Surabaya:Airlangga University Press.
Chaer, Abdul. 2009. Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta
Chaer, Abdul.2011. Tata Bahasa Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2015. Sintaksis Bahasa Indonesia Jakarta: Rineka Cipta
Duwila, Ety. 2009. Kajian Dialektologi Diakronis Enklave Melayu Bacan, Ternate, dan Sula di Provinsi Maluku Utara. Tesis FIB UGM. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Duwila, Ety. 2015. “ Variasi Fonologis Bahasa Melayu Ternate dengan Melayu Standarâ€Â. Penelitian Unkhair: LPPM
Kahar, Abdul dkk. 2008. Kamus Praktis Indonesia-Ternate. Yogyakarta:Gama Media.
Masinambow,E.K.M. 2002. Bahasa Indonesia dan Bahasa daerah. Jakarta: yayasan Obor Indonesia
Ramlan, M.2001. Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
