Rancang Bangun Robot Pengangkat Box Berbasis Mikrokontroler ATmega16
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v4i2.407Kata Kunci:
ATmega16, BASCOM, Photodioda, Motor DC, Robot.Abstrak
Pada bidang industri dengan adanya robot maka proses produksi akan lebih cepat. Biasanya pada industri–industri untuk membedakan jenis dari bahan pada box diberi tanda seperti warna box atau kode–kode lain yang dapat membedakan objek. Tanda yang sama pada objek menyatakan jenis bahan yang sama. Pada dunia industri, barang hasil produksi akan dikelompokkan berdasarkan jenis bahan atau barang yang sama. Tujuan dari studi ini adalah merancang robot menggunakan motor DC sebagai penggerak putaran roda dan sistem forklift dengan IC L293 sebagai driver motor, sensor garis photodiode sebagai pendeteksi garis hitam, sehingga robot dapat berjalan pada garis hitam dan robot dapat mengangkat box ketempat tujuan sesuai dengan warnanya. Pusat kendali dari mobile robot ini menggunakan mikrokontroler Atmega16 yang diprogram menggunakan bahasa BASCOM AVR. Perancangan ini, dapat menghasilkan robot yang dapat memindahkan box sesuai dengan warna yang di deteksi dengan tegangan warna merah= 3,11 V, hijau=2,23 V dan biru=1,13 V, dan robot dapat berjalan sesuai dengan track yang di deteksi oleh sensor garis yang telah ditentukan dengan tegangan deteksi putih= 0,488V – 267,8V dan untuk deteksi hitam = 4,13V – 4,43V.
Unduhan
Referensi
Roni Setiawan, 2011. Trainer Mikrokontroler AVR Atmega16.
Syahrul, 2014. Pemprograman Mikrokontroler AVR Bahasa Assembly dan C
Agfianto Eko Putra, 2010. ATMega16 dan BASCOM AVR.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).







